Irmante Astalavista

Simsalabim!!!
Blog ini bercerita tentang dunia IT, ilmu kebumian, dan lain-lain.

Monday, May 05, 2008

Fotokopi kartu kredit

Meeting udah mo rampung ketika gorengan tahu, tempe, dan bakwan datang. Dalam sekejab gorengan lenyap tinggal bungkusnya doang. Pada sebuah kertas putih berminyak yang dilipat-lipat membentuk wadah gorengan tadi, terdapat beberapa kotak yang membentuk informasi semacam kartu identitas. Liat dulu content dalam kertas tersebut...


Fotokopi kartu kredit bagian depan belakang, plus fotokopi KTP depan belakang. Fotokopi KTP sih gak masalah yah, gak ada yang penting di fotokopi KTP. Bagian depan kartu kredit itu terdapat nama seseorang sesuai KTP dan masa berlaku kartu kredit hingga 02/12 alias bulan Februari 2012. Ok bagian depan kartu kredit sih sih masih belum begitu masalah, tp yang masalah itu adalah fotokopi bagian belakang kartu kredit itu, dimana kode CVV itu tertulis dengan jelas!!!







Gw jelasin masa kelam doeloe yah.

Nomer seri kartu kredit + masa berlaku kartu kredit + nama pemilik kartu kredit, dibawah tahun 2001 sering dipake oleh para carder Indonesia untuk belanja di situs-situs online internasional. Mulai dari belanja barang eceran seperti baju, parfum, laptop, PDA, akses situs XXX, dst hingga barang-barang kelas berat seperti berlian, motor, mobil, bahkan rumah. Jaman itu menggunakan perangkat CCGenerator kita pun bisa buat kartu kredit sendiri yang kalo berhasil diverifikasi, akan menjadi kartu kredit aspal kita.

CVV is an anti-fraud security feature to help verify that you are in possession of your credit card. For Visa/Mastercard, the three-digit CVV number is printed on the signature panel on the back of the card immediately after the card's account number. For American Express, the four-digit CVV number is printed on the front of the card above the card account number.

sumbernya: http://www.duckware.com/order/cvv.html

Sejak diperkenalkannya kode CVV pertengahan 2002, tingkat pembajakan kartu kredit melalui situs online berkurang secara drastis. Tinggal menyisakan sesuatu yang dirasakan peselancar maya Indonesia hingga sekarang, yaitu pembelian barang secara online dari luar negeri sangat sulit sekali, karena kartu kredit asal indonesia dan pengiriman barang ke indonesia telah diblokir entah sampai kapan.

Situs-situs jual beli online indonesia tidak sedikit jumlahnya, ada tiket pesawat, belanja egold, belanja saham, belanja komputer, handphone, dst. Umumnya belanja online menggunakan kartu kredit sekarang adalah:
Nomer seri kartu kredit + masa berlaku kartu kredit + nama pemilik kartu kredit dan kode CVV.
So, ketika anda baik sengaja maupun tidak sengaja nge-ler informasi kode CVV tersebut, ya berarti Anda memungkinkan untuk menjadi korban pembajakan kartu kredit. Saran saya adalah sebaiknya kode CVV itu di spidol hitam atau dikerik, tentunya anda juga perlu mencatat kode tersebut sebelumnya.

Labels:


1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Thanks buat infonya, barusan diminta fotokopi kartu kredit buat aplikasi kartu kresit bank lain...tp sy masih ragu berhubung banyak penipuan akhir2 ini...

2:26 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home