Irmante Astalavista

Simsalabim!!!
Blog ini bercerita tentang dunia IT, ilmu kebumian, dan lain-lain.

Friday, January 08, 2010

PHK dan solusi ala Richdad

Kalo misalnya ada PHK atau perusahaan melakukan efisiensi, maka yang terjadi adalah karyawan gak dapet income rutin lagi ya tho... Karyawan ang biasanya duduk manis untuk tiap tanggal 25, dapet 10juta misalnya, tiba-tiba gak ada. Dituker oleh pesangon yang nilainya antara 3-x gaji. Artinya dengan gaya hidup yang sama, karyawan tsb bisa bertahan antara 3 hingga x bulan tanpa kerja. Dimana besaran 3-x gaji itu mengacu pada pasal 156 undang-undang ketenagakerjaan.

So saya memilah karyawan kantoran menjadi dua golongan aja:
- karyawan dengan penghasilan hanya dari gaji
- karyawan dengan penghasilan gaji ditambah penghasilan tambahan

Kalo seorang karyawan yang terbiasa menata hidupnya lewat keteraturan gaji, hanya mengandalkan gaji kantoran sepenuhnya, yang tercetus dibenaknya adalah mencari kerja secepatnya. Entah masuk ke vendor, client, minta bantuan teman, bantuan sodara, lewat internet, lewat jasa penyalur tenaga kerja, dst. Semakin profesional seseorang, maka mencari kerja itu bukan sesuatu hal yang sulit dilakukan, karena pengalaman kerja, referensi, koneksi, dan seterusnya itu memudahkan dia untuk kembali bekerja atau masuk perusahaan lain. Intinya jangan sampe pesangonnya habis belum dapet kerja, dan memakan tabungan.

Kalo karyawan dengan penghasilan gaji, yang juga dapet penghasilan di luar gaji, contoh adalah karyawan yang terkadang dapet 'bonus' dari suplier, kerjaan sidejob, kerjaan injob yang dikerjakan sebagai sidejob, punya properti sewa, dst. Adanya PHK akan membuat karyawan tersebut meredefinisi cara dia bekerja untuk mendapatkan income, dihitung dari perbandingan besaran antara gaji dibandingkan penghasilan tambahan.

Misal nih, income gaji vs income tambahan 1 vs 4 (income tambahan 4x lebih besar dari income gaji). Ya otomatis dia mending pindah quadran ala Robert Kiyosaki, yaitu pindah kuadran dari employee menjadi self-employee atau bussiness owner atau investor sekalian.

Bila income gaji vs income tambahan 1 vs 1/4 (income tambahan hanya 1/4 income gaji). Ya artinya dia mending jadi karyawan lagi aja. Kecuali cukup bisa mengeksekusi pesangonnya, untuk bisa bergerak dan punya penghasilan minimal sama dengan gajinya. Misal investasi bisnis X yang dia tekuni, main di reksadana, dst.
Ide brilian Robert Kiyosaki lewat buku cashflow kuadran adalah tumpuklah aset bukan gaji.
Dalam permainan Cashflow Quadran 101 Robert Kiyosaki, karyawan apapun profesinya, diajak berpikir kedepan untuk mengubah penghasilan gaji itu, secepatnya menjadi penghasilan aset. Target permainan tersebut adalah kita menggantikan penghasilan gaji menjadi penghasilan aset dengan perbandingan 1 banding 1. Artinya kita tidak bekerja kantoran pun, kebutuhan rutin dan tabungan dapat ditutupi oleh penghasilan aset tersebut, yang dihasilkan sama seperti kita masih bekerja kantoran.

Penghasilan aset dalam game tersebut dihasilkan dari jual beli saham, sewa properti, jual beli properti, bisnis, dst. Tetapi tidak menutup kemungkinan kita mengembangkan ide brilian tersebut melalui bisnis-bisnis yang lain yang kita mampu dan bisa melakukannya, seperti agrobisnis, bisnis peternakan, buka bengkel, buat kost-kostan, toko online, dst.
Pastikan penghasilan aset bisa menggantikan penghasilan gaji 1 banding 1 atau lebih, itu saja...



Labels:


0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home